Karate Tradisional

Pada waktu perayaan Hardiknas 2 Mei 2012 di lapangan Pasung Wedi Klaten, SMA N 1 Wedi Klaten menampilkan Atraksi Karate Tradisional yang dibimbing oleh Bapak Drs Sutarman, SMA N 1 Wedi Klaten pernah mendapatkan juara propinsi dan event event Nasional, karate tradisional di Indonesia, mengacu pada tingkat mutu yang digunakan oleh JKA/World Federation dan ITKF (International Traditional Karate Federation). Dan pada Gashuku internasional tersebut Mr. N. Nakahara, Presiden JKA/World Federation mengumumkan secara resmi penggunaan istilah “dento budo karate-do”, “traditional martial-arts karate-do” atau dalam bahasa Indonesia “karate beladiri tradisional” untuk karate-do yang dianut oleh JKA/World Federation. Di samping itu Yayasan INKAI karate-do tradisional tetap memelihara hubungan dengan perguruan/aliran yang relevan seperti Gojukai sebagai sumber materi kurikulum cabang olahraga karate tradisional, sebagaimana JKA juga menggunakan sebagai referensi bahan-bahan dari perguruan/aliran asal Okinawa.


VISI dan MISI

VISI

Mempersiapkan sumber daya manusia yang bijaksana dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi dengan budi pekerti luhur dan berbudaya.

MISI

  1. Melaksanakan proses pembelajaran dan pembimbingan yang efektif dan terprogram.
  2. Mengembangkan bakat dan minat siswa dibidang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni budaya dan olah raga secara terprogram dan berkelanjutan.
  3. Melaksanakan pengamalan terhadap ajaran agama dalam membentuk budi pekerti dan akhlak yang mulia.
  4. Melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan prestasi akademis.
  5. Menanamkan budaya cinta lingkungan dengan upaya menciptakan kebersihan, keindahan, ketertiban, kerindangan  dan kenyamanan untuk kegiatan belajar mengajar.
  6. Mengupayakan terwujudnya suasana yang kondusif dengan menciptakan iklim yang komunikatif dalam lingkungan sekolah dan dengan masyarakat.
  7. Menanamkan budaya tertip, disiplin, rapi untuk mendukung terwujudnya sekolah berbudaya
  8. Mengupayakan kelengkapan sarana dan prasarana pendidikan dalam mendorong guru, karyawan dan siswa mengembangkan potensi diri melalui kegiatan ilmiah, diklat dan pendidikan lanjud

MOTTO         : 

DISIPLIN ADALAH TONGGAK KEBERHASILAN

KEKURANGAN BUKAN HAMBATAN TETAPI MERUPAKAN PACUAN

BUDAYA      :

MENANAMKAN SIKAP BERBUDI PEKERTI LUHUR DAN BERBUDAYA TERHADAP SESAMANYA DENGAN SALING SAPA, SALING SALAM, SALING HORMAT.

FALSAFAH

  1. Jangan hanya menyuruh tetapi kerjakan supaya orang lain mengikuti tanpa disuruh.
  2. Jadilah manusia yang bertanggung jawab dalam m,elakukan kegiatan dalam hidupnya.
  3. Jadilah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, keluarga dan masyarakat .

LANGKAH – LANGKAH

  1. Meningkatkan kegiatan pengembangan kurikulum yang berlaku
  2. Mengoptimalkan kegiatan belajar mengajar ( KBM ), kegiatan ekstra kurikuler dan akademik dan non akademik secara efektif dan efisien
  3. mengusahakan menambah sarana dan prasarana sekolah secara bertahap sesuai dengan kemampuan sekolah.
  4. Selalu berusaha meningkatkan rasa keterbukaan, kekeluargaan, kebersamaan dan saling menghormati terhadap semua komponen sekolah.